:: Performance vs Comfort Zone
Juni 17, 2008
Rekan professional, sebagian kendala di dunia profesionalisme, bahkan telah menjadi major issue dalam lingkungan yang seharusnya lebih mature disebabkan oleh Comfort Zone. Anyway apa yang dimaksud dengan Comfort Zone ?
Judith Bardwick sendiri dalam bukunya ‘Danger in the Comfort Zone’ juga tidak dapat memaknai secara lugas definisinya. Namun para pakar psikolog telah membantu mendefinisikan Comfort Zone, yaitu :
The comfort zone is a behavioural state within which a person operates in an anxiety-neutral condition, using a limited set of behaviours to deliver a steady level of performance, usually without a sense of risk.
Beberapa parameter yang menentukan tingkat performance sekaligus menentukan Comfort Zone adalah sbb :
- Infrastruktur : Visi & misi, struktur organisasi & bisnis proses.
- Resource : SDM & asset material.
- Skill, insentif, dan action plans
Pada level tertentu, parameter-parameter tsb bergerak berbanding lurus dengan tingkat performance dan Comfort Zone. Berikut adalah deskripsi keterkaitan tingkat performance dan tingkat Comfort Zone :

Eits, dilarang protes dengan gambarnya. Ngebuatnya secara darurat, dan tools seadanya.
Entry Filed under: Management. .
2 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
trudyan | Juni 17, 2008 at 10:21 am
mau protess…
eh, gak boleh ya? ya udah deh kalo gitu…hehe..
gak bisa komen apa2x. abis gak ngerti.
Jangan maksa dong
2.
Sofyan | Juli 22, 2008 at 12:21 pm
Wah keren juga neh topiknya, kebetulan sekarang lagi berusaha keluar dari Comfort Zone
Jadi inget pelajaran SMP, Hukum pertama Newton: Hukum Inertia
Sebuah pusat massa benda tetap diam, atau bergerak dalam garis lurus(dengan kecepatan sama kecuali diberi gaya luar.
Secara umum hukum Newton tsb selaras ama Comfort Zone.
Implikasinya ke diri kita kalo kita tidak punya dreams yang besar maka kondisi sekarang akan membuat kita statis.
Untuk keluar dari comfort zone perlu energi besar, hasilnya ? akan jauh lebih besar, resiko? pasti ada…. tetapi kalo baca biografi orang-orang sukses rata-rata dari mereka pasti punya impian yg besar yang bisa membuat mereka tetap focus pada dreams & goalsnya, sehingga mereka tidak terlena dengan comfort zone….